06-03-2012
Seharusnya ini hari bahagia untuk gw dan si pacar, hari ini 14 bulan sudah waktu yang gw tempuh bersama si pacar, biasanya kita sama sama berdo'a untuk di minta kesabaran yang lebih dalam menghadapi jarak yg terbentang, meminta untuk saling tetap menyayangi satu sama lain, dan meminta semoga dia segera di beri pekerjaan yang layak untuk rencana kita ber-2 selanjutnya.
Tapi sebaliknya, hari ini, gw sama si pacar bertengkar hebat, pertengkaran terparah yang gw rasakan selama 14 bulan ini.
Gw dan si pacar bertengkar lewat twitter *usap air mata* saling replay me- replay.
Bbm jadi kayak semacam benda yang tak di anggap kali ini untuk menuntaskan pertengkaran.
Sudah 2 hari 2 malam bbm gw sepi.
Sudah 2 hari 2 malam gw susah makan.
Sudah 2 hari 2 malam gw menangisi si pacar.
Entah siapa yang salah, gw ga tau.
Entah itu gw dengan sifal yg sering merajuk dan bikin dia jengkel.
Entah itu dia dengan sifat nya yang super santai terhadap gw.
Gw mengerti kesibukan dia setiap hari nya, dan memilih untuk tidak membahasnya di sini.
Yang gw ga bisa terima, malam, cuma malam yang benar-benar ada waktu dia untuk gw.
Dan gw sedikit tidak menerima ketika malam itu dia lambat me replay bbm gw tanpa gw tau dia sedang ngapain di sana.
Bukannya gw curiga sama apa yang dia lakukan di sana, gw sepenuhnya percaya sama dia. Tapi tolong lah..ini hubungan jarak jauh, gw sebagai pacar yang cerewet selalu mau tau apa yang sedang di lakukannya di sana.
Bukan apa-apa, hanya ada semacam rasa lega dan puas terhadap pasangan kalau dia secara terbuka bercerita tentang apa yang sedang dia lakukan di sana.
Dear RK
Seandainya saja kau malam itu berkata
"Tunggu sebentar sayang, aku lagi sibuk membantu teman"
Tentu gw ga akan se sewot itu kemaren malam karena keterlambatan dia membalas bbm gw.
Yah...itu cuma seandainya.
Hari ini, adalah hari terburuk gw dalam menjalani hubungan dengan si pacar, dia jelas jelas merasa begitu terganggu dengan sifat gw yang menurutnya cepat marah, suka merajuk.
Dia secara terang terangan mengatakan mungkin ada orang yang gak sibuk, ada orang yg siap melayani gw 24 jam, orang yang siap melayani gw.
Gw nya se akan akan DEG !!!!
Sakit seketika itu menyerang gw secara tiba-tiba, gw merasa sudah tak di inginkan lagi. Gw merasa dia sudah menyerah dengan gw, dan ini rasanya lebih sakit dari pada penolakan mama pas awal awal gw pacaran sama dia.
Yah setidaknya saat itu gw punya dia yg bisa di andalkan, punya dia tempat untuk berlari dan menangis di pundaknya.
Tapi sekarang?
"Apa gunanya menangis ketika tidak ada orang yang bisa menenangkanmu?
Dan lebih buruk lagi, ketika kau bahkan tidak bisa menenangkan dirimu sendiri?" -Clary, City of Glass, 208.
Senin, 16 Januari 2012
"Merasakan sakit itu menghujam ku, seperti air hujan yang menerjang tanah kering di tengah kemarau"

Lyrics | Jika Itu Yang Terbaik lyrics

"Aku tidak akan pernah bisa menerima masa lalumu karna aku tidak pernah ada di sana sebelumnya."
"di sini, di temani kegelapan, mendengarkan suara hujan di antara isak tangis"
"Aku hanya bisa berpegang erat dengan kenangan indah yg pernah kita lalui.."
"Bahkan aku cemburu dengan masa lalumu saat mendengarkan lagu patah hatimu, sayang...."
Lyrics | Jika Itu Yang Terbaik lyrics
Langganan:
Postingan (Atom)
