Rasanya seperti ::
• Andrei yg pada saat itu terlihat depresi, karena sudah merasa yakin bakal mampu mencetak goal, namun ternyata gagal....
• Bella yg di tinggal pergi Edward di buku Twilight Saga....
• Jacob yg di tinggal kawin oleh Bella....
• Rose yg di tinggalkan Dimitri Belikov....
• Adrian Ivaskov yg di tinggalkan Rose demi bersama Dimitri....
• Becky kalau saja bercerai dengan Luke di buku Shopaholic....
• Putri Mia saat putus denga Michael Moscovitz
• Harry Potter di tinggal mati oleh Dumbledore.....
Aku tidak bisa menjelaskan secara mendetail rasa seperti apa yg kurasakan.
Rasa sakit memang ada, tapi dia hanya datang sesaat, lalu pergi sesaat, lalu datang lagi, lalu pergi lagi, selalu begitu dari kemaren pagi.
Ini tentang masa depan yg aku tidak tau harus bagaimana.
Aku tau beliau menyayangi ku, maka karena itu beliau tidak secara langsung bilang "TIDAK".
Beliau menyuruhku memilih sendiri dengan cara memikirkan baik baik dengan semua hal hal yang sudah beliau utarakan kepadaku..
Aku tau, itu tu tipe beliau banget, gak mau langsung bilang YA atau TIDAK.
Beliau dengan mudahnya bisa di tebak.
Aku tau beliau sangat ingin sekali menyebutkan kata TIDAK, tapi beliau mengenalku selama aku hidup 22 tahun di dunia ini.
Aku bukan orang yang dengan mudahnya menerima kata TIDAK dari beliau, aku sadar selama ini selalu di manjakan dalam hal hal tertentu, I always get what I want...
Tapi beliau juga tidak bisa berkata YA, karena ini tu urusan keluarga, urusan antara orang tua, bukan antara aku dan si future husband saja.
Aku tau aku akan di damprat habis2an kalau mengatakan ini --»
"Well hey, kami berdua hanya korban ke-egoisan kalian, kami seperti hidup dalam sinetron yg orang tua nya saling tidak setuju"
Blah, entah lah yes, aku hanya tidak ingin kehilangan orang seperti si future husband ini.
Aku tau ada hal yg kurang tentang dia yg lebih di pentingkan beliau saat ini.
Tapi dia bisa belajar kan?
Aku selalu mencoba berhenti berfikir, KALAU BUKAN SI FUTURE HUSBAND INI, NANTINYA SIAPA YANG BISA MENYAYANGI AKU? YG BISA MENCINTAI AKU? YANG BISA MENERIMA AKU APA ADANYA? YANG BISA MEMPERLAKUKAN AKU SEDEMIKIAN MANISNYA?
Fikiran itu selalu datang.
Sangat sulit untuk meyakini bahwa SUATU SAAT AKAN ADA ORANG (LAGI) YANG BETUL BETUL MENERIMAMU APA ADANYA.
Sangat sulit kalau kau sudah memiliki seseorang yang kau yakini bakal jadi pendamping kau.
Aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana aku tanpa si future husband ini nantinya kalau seandainya beliau kapan kapan akan berkata TIDAK !
Pernyataan pernyataan bodoh selalu berterbangan di kepala ku.
Tentang, BAGAIMANA MUNGKIN INI TERJADI PADAKU?????
BAGAIMANA MUNGKIN HAL INI BISA TERJADI SAAT AKU BETUL2 MENEMUKAN ORANG YG SERIUS PADAKU????
BAGAIMANA MUNGKIN BELIAU BERSIKAP SEPERTI ITU TERHADAPKU????
Ya aku merasa seperti orang bodoh, yg di hadapkan pada dua sisi yg berlainan.
Aku hanya bisa berkata AKU TIDAK TAU APA YANG HARUS KU LAKUKAN.
Bagaiman aku bisa tau kalau 1 sisi aku harus memilih beliau, satu2nya yg aku miliki di dunia ini setelah kepergian Dad, satu2nya orang yg ingin ku buat bahagia sebagai balasan atas semua yg telah beliau berikan padaku, walau tidak sepenuhnya bisa. Dan 1 sisi aku harus memilih si future husband, yang bersamanya lah aku ingin menyerahkan hidup, bersamanya lah aku ingin berbagi rasa, bersamanya lah ingin ku habiskan sisa hidupku.
Aku merasa tambah bodoh saat memikirkan Dad, aku ingin ikut bersamanya, mungkin kalau saja saat ini aku bersama Dad, tak ada 2 pilihan yg harus ku pilih salah 1 nya.
Jadi, harus bagaimana aku?
Si future husband memang memiliki semangat yang kuat saat memiliki sebuah keinginan.
Baginya NOTHING IS IMPOSSIBLE....
Ya mister, kau berkata seperti itu karena selama ini keinginanmu selalu terkabulkan, bagaimana dengan yang sekarang????
Dia memintaku untuk berhenti menangis, tapi bagaimana bisa?
Pernahkah kau ku beri tahu?
Emosi ku sejak kepergian Dad memang aneh, aku mudah menangis, bahkan mungkin melihat adegan yg sedikit menyentuh hati, tanganku akan langsung berada di muka, menyapu air mata yg keluar.
Aku memang aneh.
Terlebih aneh lagi semua orang selalu menyalahkan ku.
Seperti kembaranku, dia selalu meyalahkanku atas kegilaannya.
Seperti teman2ku di kelas juga menyalahkan ku atas kesintingan mereka di kelas.
Bukan hanya sampai disitu, aku juga di bilang seneng banget bikin orang galau (well its you, mizty :p)
Sampai tadi malem, aku merasa seperti seorang Andrei, si mood booster bagi seorang Siti Maulida Amalia, dan si dia lah yg menjadi SMA nya.
Dia meyuruhku untuk semangat agar dia bisa ikut semangat, jangan uring2an seperti ini, kembali lah ke sesorang yg ceria, yg selalu tertawa.
Lalu aku pun hanya bisa berkata "tolong, 1 hari ini saja aku ingin seperti ini, tolong, izinkan aku"
Dan dia terdiam....
Apakah aku sesadis Voldermort kalau marah?
Apakah aku berbahaya seperti Strigoi kalau marah?
Apakah aku mengerikan seperti klan Volturi?
Apakah aku seperti Zeus kalau marah?
Ckckckckk
Sincera
SMA
Jumat, 04 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar