"When something bad ends, believe that something better will begin"
-tiffany william
Ini bukan sebuah surat, juga bukan sebuah coretan belaka.
Mungkin hanya secoret ketikan dari tangan gw yg beberapa bulan ini sering bikin ulah sama mereka terutama dia.
Ketika emosi di kepala terasa berat, gw selalu melakukan tindakan2 yg di luar akal sehat --"
Jempol mengetik2 hal yg kasar, semua karena gw terlalu mengikuti emosi dan bimbingan dari Setand --"
Pada ujung2nya pasti gw menyesali hal tersebut (itu pasti)
Dan beberapa minggu terakhir gw juga sering membuat GK (mungkin) bingung.
Gw sering ngambek gajebo, dia sering meminta maaf kepada gw karena dia fikir itu semua salah dia (padahal gw ga suka di minta-in maaf --")
Padahal itu semua semata2 salah gw, gw terlalu emosi menghadapi hal yg ada di hidup gw.
Gw merasa kurang dewasa selama ini, merasa kekanak2an dalam beberapa hal.
Dan beberapa hari terakhir, gw selalu kefikiran akan sikap gw terhadap orang2 sekitar gw.
Gw menyayangi mereka, Mereka menyayangi gw.
Mereka berbuat baik seperti yg gw inginkan, tapi apa balasan dari gw?
Gw memperlakukan mereka seperti bukan seorang pasangan, sahabat, dan teman.
Gw merasa gagal lho 65% :p
Well
seperti hujan yg kadang di maki2, dia pasti akan teduh nantinya.
Seperti panas yg di protes kebanyakan orang, dia pasti akan hilang nantinya.
Tapi bagaimana kalau tidak ada lagi Hujan atau Panas?
Tentu gw akan merasa kehilangan, merasa bersalah karena sudah ikut memaki2 dan memprotesnya.
Mengertikah anda?
Gw akui gw salah, gw terlalu banyak salah dengan lu.
Bahkan mungkin gw ga pantas untuk di maafkan.
Gw terlalu sering memancing emosi lu beberapa bulan terakhir.
Gw terlalu bertingkah dengan semua yg ada di hidup gw.
Gw terlalu banyak mengumbar kata2 manis terhadap lu, tanpa bisa gw tepati.
Gw berjanji, gw mengingkari, bahkan mungkin gw sudah lupa apa2 saja yg sudah gw omongin ke lu.
Gw selalu berbuat kesalahan yg sama, di tempat yg sama, dengan orang yg sama.
Tapi lu selalu kembali untuk gw berkali2, lu selalu ada untuk gw berkali2.
Sampai akhirnya kau "menyerah" eh ?
Gw seperti di serang beribu perasaan bersalah.
Dan gw mencoba meminta maaf.
Dan.. *some text missing*
Ga mau lagi deh ngomong panjang lebar, kalau akhirnya gw ga bisa menepatinya.
Dan hanya akan membuat orang sakit hati.
Ini sebuah pelajaran untuk gw, sebuah motivas untuk jadi lebih baik....
Bisa gw saksikan org sekitar gw..
GK sukses lulus kuliahnya.
Temen2 gw juga sukses kuliahnya.
Dan gw? Gw terlalu bermalas2an dengan hidup gw.
Sejujurnya, kalau mereka bisa, kenapa gw nggak?
Kalau mereka bisa menggapai apa yg mereka mau, kenapa gw nggak?
Kenapa gw musti stuck di sini?
Gw ga pantas kalau harus mendapatkan hal yg ga bagus untuk diri gw sendiri.
In the end, it's the "what if's" that hurt the most....
Sincera
SMA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar