Susah ya, ngeblog di Hp ??
Belum selesai gw cerita, eh udah kena limit :p
Jadi setelah tidak ada jawaban dari si Lelaki Pencari Jangkrik, kami pun kembali ke teras Musalla.
Kehilangan sendal jepit sepertinya adalah hal yg memalukan bagi sebuah Ma'had, seringkali sendal jepit yg di parkir di teras Musalla, di tinggal untuk sholat 5 waktu berjama'ah malah hilang, dan tak jarang beberapa santriwati kembali ke kamar masing masing tanpa mengenakan sendal.
Maka oleh karna itu, para kakak kakak di Oswati (nama badan pemerintahan di Ma'had) pada hari libur, jum'at menyiapkan beberapa kaleng cat yg warna nya berbeda untuk setiap kamar, gw yg pada saat itu sudah pindah ke kamar Saudah karena perombakan kamar, mendapatkan warna pink untuk di cat kan ke sandal jepit, agar jadi tanda gitu.
Dan cara itu memang efektif untuk menghindari hilang nya sandal.
Pada saat duduk di kelas 3, AFI (akademi fantasi indosiar) memang sedang santer di bicarakan, tentang Veri anak Medan yg masuk ke Final, vs Mawar dan Kia.
Gw masih ingat pada hari itu, malamnya bakal ada final AFI, karena tv memang di larang, gw bersama Rahimah temen gw bingung mencari akal untuk melihat secara langsung di depan tv.
Lucky Me, ayah gw dateng sore itu dengan sarung dan baju koko nya, ayah memang menjemput gw (sengaja) karena malam itu final AFI.
Namun yg gw khawatirkan adalah apa alasan gw dan Rahimah untuk minta izin ke bagian keamanan?
Akhirnya dengan modal 'ada acara selametan di rumah, dan dia (rahimah) adalah keluarga jauh gw, dan gw udah di jemput sama ayah'
gw memperoleh izin untuk pulang, tapi dengan syarat langsung pulang malam itu juga ke ma'had, setelah selesai acara selametan.
Dengan hati senang, gw dan Rahimah pun cabut dari ma'had dengan mobil 'bobrok' ayah.
Malamnya, jam setengah 1/12 (gw lupa) gw dateng ke ma'had di anter bokap, gw liat gerbang ma'had di kunci, beruntung para santriwati yg piket malam melihat cahaya lampu mobil ayah, dan membuka kan gerbang.
Pada saat gw kelas 3 SMP, pada saat itulah kelulusan mulai di batasi dengan nila 3.00
Para guru giat memberikan les tambahan siang malam.
Tapi karena saat itu masih ada AFI 2, Kadang kami mencuri curi waktu untuk pulang,supaya bisa melihat tv, pada hari jum'at yg padahal nggak di perbolehkan untuk pulang bagi kelas 3.
Kepulangan kami, ternyata menyulut kemarahan para guru.
Masih gw ingat, saat itu, puru Agama gw, bu Mujeni bilang
"bagaimana mau lulus, kalau kalian nggak giat belajar begini"
kami hanya berami menjawabnya di belakang beliau
"liat saja, kami akan lulus 100%"
dan ternyata hasilnya ??
Tentu saja kami lulus 100% dengan peringkat 3 besar di kabupaten (sebelumnya hanya masuk 15 besar)
dan para guru pun patut berbangga dengan kami semua.
3 tahun gw lalui di ma'had dengan lonceng pengatur waktu.
Dan gw kembali berfikir untuk pindah sekolah ke sini, Martapura, ke kota yg lebih jauh dari rumah gw.
Dan keinginan gw di kabulkan :D
dan di sinilah gw terdampar saat ini, nggak kuliah, tapi sekolah agama.
Nggak ada lagi pelajaran fav. b.inggris, sejarah, biologi, fisika, dan olahraga (terutama basket =( )
yg ada hanya Nahwu dan kawan kawan nya.
Sampai saat ini, alhamdulillah gw udah bertahan selama 6 tahun :p
Kalau temen temen gw yg kuliah kadang menghadapi skripsi, TA atau apa pun itu yg gw nggak mengerti dengan pusing, gw juga menghadapi hal yg gw takuti dan bikin pusing, apalagi kalau bukan ujian lisan, untuk 3 mata pelajaran, hadist - tasauf - tafsir, duduk di hadapan guru.
Sumpah, selama 6 tahun gw sekolah di sini, cuma ujian lisan yg bikin gw deg deg an nggak karuan.
6 tahun berpijak di sini, 5 tahun bersama seorang Rina Fitriana, dan sudah 1 tahun gw lewati bersama Istifadah, dan insya allah 2 tahun lagi bersamanya sebelum kami di pisahkan oleh kata perpisahan dan TAMAT.
_siti maulida amalia_
1e Ulya, no.absen 05
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar