Gw selalu salah di matanya.
Fiuhh...
Tapi setidaknya bersyukur sih, dia ngomong blak blak an tentang gw.
Lebih baik begitu kan?
Dari pada dia ngomongin gw di belakang gw, nusuk gw dari belakang.
Hmm, apa boleh buat ?
Namanya juga kita semua manusia, punya hak masing masing buat mengemukakan pendapat.
Dan lagi pula, NAFSU yg di miliki setiap manusia kan berbeda beda.
Gw suka ini, mereka nggak suka ini.
Mereka suka itu, gw nggak suka itu.
"ikhtilaful ummaty, rahmatun"
sabda Nabi Muhammad SAW.
Jadi ingat cerita yg sering banget gw denger di majlis, tentang seorang Ayah dan Anaknya serta seorang Keledai.
Jadi begini ceritanya,
pada suatu hari Seorang Ayah dan Anak ingin pergi ke sebuah kota yg jauh, maka mereka pun mengendarai Keledai, yg pada Zaman dahulu memang seperti itu lah tunggangan para orang Arab (selain Onta dan Kuda).
Ketika mereka melewati sebuah perkampungan, ada orang dari kampung Arab tersebut mengomentari keadaan mereka ber dua yg sedang mengendarai Keledai tersebut.
"tidakkah bodoh ayah dan anak ini ?? Keledai ini kecil sekali, kenapa mereka mengendarai nya ber dua sekaligus ??"
Mendengar perkataan itu, sang Ayah pun turun, dan berjalan di samping Keledai, membiarkan anak lelakinya duduk di atas keledai.
Seketika mereka melewati sebuah kampung, maka terdengar pula lah ucapan dari salah seorang mereka.
"tidakkah anak ini durhaka terhadap ayahnya ?? Membiarkan ayahnya berjalan, sedangkan dia duduk di atas keledai dengan nyamannya"
Maka si anak lelaki pun turun, dan mempersilahkan ayahnya untuk menaiki keledai mereka"
singkat cerita, pada kampung yg lain, orang orang pun berkata
"ayah macam apa ini, yg membiarkan anak lelakinya yg kecil berjalan sendiri, dan dia enak enak kan duduk di atas keledai"
sang ayah pun turun, dan berjalan di samping anak lelakinya.
Maka kembali terdengar komentar pedas ketika mereka melewati satu kampung.
"sangatlah bodoh ayah dan anak lelakinya ini, buat apa mereka susah susah jalan kaki, kalau punya keledai di samping mereka?"
maka si ayah pun berkata pada anaknya, memberi pelajaran yg berarti pada anaknya.
"anakku, lihat lah.. Begitulah manusia dengan nafsunya, satu manusia memiliki nafsu yg berbeda dengan manusia lainnya, inilah yg menyebabkan manusia tidak pernah akur satu sama lain"
well, semua tergantung kita juga.
Tergantung bagaimana kita mengemukakan pendapat terhadap orang lain tentang ketidak suka an nya kita terhadap orang tersebut.
Lihat sikon yg paling utama, jangan sampai udah tau ada jurang, ngapain juga lompat.
Kalo kata orang Banjar dahulu,
"ba nganga dahulu muntung tu, hanyar ba ucap"
xoxo
miss arsha
p.s i miss u, mister h.muhammad zaini.
where are you ??
Btw, selamat atas kemenangan h.yudhis hari ini :))
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar